CIM (Corporate Information Management) Edisi Catatan Belajar .:|:.Kiw-Kiw.:|:. ^.^


Setelah beberapa waktu yang lalu kita membahas tentang EBC di tulisan saya sebelumnya yang membahas http://www.JakartaNotebook.com, sekarang kita berganti bahasan. Kali ini saya akan membahas tentang CIM (Corporate Information Management) atau yang kita kenal dengan Manajemen Informasi Persahaan. Karena saya juga baru mendengar istilah ini, yuk kita explore sama-sama di catatan belajarku iniūüôā

Sub pokok bahasan yang akan saya bahas pada catatan belajar saya kali ini adalah sebagai berikut :

  1. Pengertian
  2. Strategy
  3. Architecture
  4. Component
  5. Implementation
  6. Case Study
  7. ERP
  8. CRM
  9. SCM

PENGERTIAN CIM

Menurut pengertian CIM dari blog tetangga yang saya baca CIM (Corporate Information Management) atau yang biasa disebut dengan Manajemen Informasi Perusahaan adalah suatu  sistem berbasis komputer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standatar bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi, dimana proses tersebut adalah pembentukan dari :

  • Pembentukan strategi,
  • Perencanaan pasokan untuk informasi masa yang akan datang,
  • Meningkatkan nilai utilitas sumber daya informasi yang tersedia,
  • Menghilangkan informasi yang berlebihan,
  • Memastikan kepatuhan terhadap undang-undang, dan
  • Meningkatkan laba atas investasi di teknologi informasi.

STRATEGY

Setelah kita mengetahui pengertian CIM, pada point pertama proses dari CIM adalah pembentukan strategi. Tujuan dari pembuatan strategi pada Manajemen Informasi pada suatu perusahaan adalah untuk mengidentifikasi sumber-sumber informasi eksternal yang terpercaya dan relevan dan membangun sistem kesadaran dan respon yang memungkinkan perusahaan memantau perkembangan dan memberikan tindakan yang sesuai dari informasi yang didapatkan. Karena informasi yang di dapat berasal dari luar lingkungan perusahaan tersebut, jadi perusahaan memiliki potensi untuk mengidentifikasi kecenderungan perubahan suatu perusahaan dari informasi tersebut.

ARSITEKTUR

Arsitektur pada CIM (Corporate Information Management) mempunyai 6 dimensi (sub bagian). Arsitektur tersebut adalah proses dari CIM itu sendiri, seperti yang sudah saya sebutkan diatas (pada pengertian CIM), diantaranya adalah :

  1. Compliance with Legislation
  2. Supply Future Needs
  3. Sense Making
  4. Eliminate Redudance Information
  5. Increase Utility Value
  6. Return On Investment

Compiance with Legislation (Kepatuhan Terhadap Undang-Undang)

Legislasi menuntut bahwa suatu perusahaan harus melindungi informasi klien dari penyalahgunaan. Undang-undang lainnya untuk mengamankan hak pemegang saham mendapatkan informasi yang berkualitas. Manajemen Informasi Perusahaan harus terus menerus memastikan bahwa semua langkah berada di jalur nya dengan mematuhi undang-undang yang ada.

Supply Future Needs (Perencanaan Kebutuhan Untuk Masa Depan)

Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk merubah cara bisnis mereka bahwa akan ada kebutuhan informasi yang baru juga. Sebuah bisnis baru perlu diperhatikan dan memerlukan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Inisiatif strategi baru juga membawa banyak risiko. Maka dari itu, kunci keberhasilan pelaksanaan inisiatif strategis adalah terlabeh dahulu merencanakan untuk mendapatkan informasi yang baru.

Sense Making (Strategi Penalaran)

Pada arsitektur ini, bertanggung jawab untuk mengidentifikasi sumber-sumber informasi eksternal yang terpercaya dan relevan dan membangun sistem kesadaran dan respon yang memungkinkan perusahaan memantau perkembangan dan memberikan tindakan yang sesuai dari informasi yang didapatkan.

Eliminate Redudant Information (Menghilangkan Informasi yang Berlebihan)

Keburukan dari era informasi adalah kelebihan informasi. Di hampir setiap perusahaan masih ada software yang bekerja dan membuat laporan yang berlebihan. Seharusnya dapat mendefinisikan mana informasi yang dibutuhkan dan mana yang tidak dibutuhkan. Dengan pengurangan informasi yang tidak perlu dapat mengurangi biaya teknologi informasi yang sia-sia.

Increase Utility Value (Meningkatkan Kualitas dari Infrormasi yang Ada)

Bisnis didukung oleh siklus hidup informasi. Nilai utilitas informasi didasarkan pada apakah informasi tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses operasional. Utilitas merupakan fungsi dari relevansi, akurasi, kelengkapan dan ketepatan waktu dimana informasi ini tersedia pada saat dibutuhkan. Pada dasarnya manajemen informasi perusahaan menjamin keterhubungan antara bisnis dan teknologi informasi untuk memastikan bahwa informasi yang tersedia untuk kelancaran proses bisnis.

Return on Investment

Pengembalian investasi menunjukkan peningkatan jumlah pendapatan yang dihasilkan, penurunan biaya teknologi informasi dan pengurangan risiko bisnis. Manajemen informasi perusahaan memastikan bahwa setiap potensi sumber daya teknologi informasi adalah sepenuhnya dieksploitasi oleh bisnis. Sebuah value driver utama bagi manajemen informasi perusahaan adalah untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh informasi di perusahaan dengan memastikan bahwa informasi yang cukup terlindung dari penyalahgunaan.

KOMPONEN

Komponen pada Informasi Manajemen ada 2 bagian, yaitu :

  • komponen secara fungsional
  • komponen secara fisik.

Komponen Secara Fungsional

Komponen ini mempunyai beberapa bagian, antara lain :

  • Sistem Database
  • Decission Support System
  • Information Resource Management (IRM)
  • User Machine System
  • Synergystic Organization

Komponen Secara Fisik

Komponen ini mempunyai beberapa bagian, antara lain :

  • Hardware
  • Software
  • Database
  • Prosedur Pengoperasian
  • Model Manajemen dan Pengambilan Keputusan
  • Personalia Pengoperasian
  • Jaringan Komputer dan Komunikasi Data
  • User (Sumber Daya Manusia)

IMPLEMENTATION

Pengimplementasian Manajemen Informasi dalam Perusahaan ini dapat diaplikasikan dalam banyak hal, saya mengambil contoh pada Kasus Bank. CIM pada bank mempunyai agenda sebagai berikut :

  • Pemahaman manajemen risiko bank
  • Mengukur risiko Bank
  • Pemahaman profil risiko bank
  • Penilaian risiko Bank dan profil risiko (self assesment)
  • Simulasi Aplikasi Manajemen Risiko Bank

Sedangkan tujuan CIM di Bank adalah sebagai berikut :

  • Pemahaman tentang implementasi manajemen risiko bank
  • Memudahkan melakukan pemantaun risiko bank
  • Menghitung kebutuhan modal melalui aplikasi
  • Mengukur profile risiko melalui aplikasi

CASE STUDY

Studi Kasus PT. Semen Padang dengan pembahasan masalah “Bagaimana mengembangkan model Balanced Scorecard yang sebaiknya digunakan untuk mengukur kinerja supply chain perusahaan yang bersifatspesifik?“. Dari masalah tersebut akan di dapat beberapa tujuan, antara lain :

  • Mengembangkan Kerangka sistem pengukuran kinerja supply chain yang berbasis Balanced Scorecard.
  • Mengembangkan key performance indicator sistem pengukuran kinerja supply chain yang berbasis Balanced Scorecard yang didasarkan atas strategi supply chain.

 

Beberapa hal yang membuat Sistem Pengukuran Kinerja Penting Bagi Supply Chain :

  1. dapet melakukan monitoring dan pengendalian
  2. dapat mengkomunikasikan tujuan organisas ke fungsi-fungsi pada supply chain
  3. dapat menentukan arah perbaikan untuk menciptakan keunggulan bersaing
  4. dapat mengetahui posisi organisasi terhadap pesaing dan tujuan yang hedak dicapai

 

Pada studi kasus ini akan di dapat beberapa kesimpulan, antara lain :

  • Pengembangan model pengukuran kinerja supply chain dilakukan untuk lebih meningkatkan ketepatan dan keakuratan pengukuran kinerja pada fungsi supplychain perusahaan. Akan tetapi sistem pengukuran kinerja supply chain tersebut haruslah didasarkan pada strategi supply chain yang diturunkan dari strategi korporasi yang ada pada perusahaan. Dari strategi perusahaan kemudianditurunkan strategic initiatives dan selanjutnya dilakukan deployment menjadi strategic initiatives supply chain. Dari strategic initiatives perusahaan didapat keyperformance indicator pengukuran kinerja perusahaan, lalu dilanjutkan langkahdeployment key performance indicator tersebut menjadi key performance indicatorsupply chain. Dari key performance indicator yang diperoleh dilakukan pengelompokkan ke dalam empat perspektif Balanced Scorecard. Pengukuran kinerja supply chain dapat digambarkan bahwa sistem pengukuran kinerja supplychain perusahaan harus mempunyai hubungan yang erat dengan sistempengukuran kinerja perusahaan.
  • Penerapan pengembangan model pengukuran kinerja supply chain berbasisBalanced Scorecard pada PT. Semen Padang dapat merumuskan 24 buah keyperformance indicator yang dikelompokkan ke dalam empat perspektif dengandidasarkan atas kaedah-kaedah yang berlaku pada Balanced Scorecard. Keyperformance indicator yang telah dihasilkan dapat menggambarkan kondisi kinerjainternal supply chain PT. Semen Padang pada saat ini.

 

ERP

CRM

SCM

Sumber :

One Response to “CIM (Corporate Information Management) Edisi Catatan Belajar .:|:.Kiw-Kiw.:|:. ^.^”

  1. […] udah lama gak nulis lagi setelah UTS, hehehe. Tulisan saya sebelumnya adalah tentang CIM (klik disini untuk ke pembahasan tersebut). Sekarang saya akan membahas tentang SNB atau bahasa kerennya Social […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: